ArtikelKultum Ramadhan 1445 H

Mencintai Al-Qur’an

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا، اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Diciptakannya manusia selalu dibekali dengan petunjuk hidup, agar manusia dapat menjalani hidup ini sesuai dengan ketentuan penciptanya. Manusia akan menemukan keselamatan dan kebahagiaan, jika mengikuti petunjuk dari Allah I. Petunjuk Allah itu diturunkan dalam bentuk kitab suci. Kitab suci terakhir yang diturunkan untuk menjadi pedoman hidup manusia adalah Al Quran. Beberapa tujuan diturunkannya Al Quran adalah sebagai berikut:

Pertama, Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Allah I berfirman,

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (QS. Al-Baqarah : 2)

Sebagai gambaran jika suatu pabrik membuat produk, selalu dibekali buku petunjuk pengoperasian produk tersebut. Jika ingin produk tersebut selalu dalam kondisi baik dan awet, maka pengguna harus mengikuti petunjuk pengoperasian produk tersebut. Demikian gambaran manusia yang ingin selamat dan bahagia hidupnya, harus selalu mengikuti petunjuk hidup yang disusun oleh Penciptanya. Allah I sebagai pencipta manusia telah menurunkan Al Quran, sebagai pedoman hidup, maka tentunya orang yang beriman pasti akan mengikuti petunjuk yang tercantum di dalam Al Quran tersebut.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kedua, Al-Qur’an sebagai obat. Al-Qur’an itu adalah obat, sebagaimana firman Allah I:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’ : 82).

Diriwayatkan Ibnu Hibban dari Aisyah i, ia berkata,

انَّ رَسُولَ اللَّهِ r دَخَلَ عَلَيْهَا وَامْرَأَةٌ تُعَالِجُهَا، أَوْ تَرْقِيهَا، فَقَالَ: عَالِجِيهَا بِكِتَابِ اللَّهِ

“Sesungguhnya Rasulullah r ketika masuk menemuinya, sementara ada seorang wanita yang sedang mengobatinya atau meruqyahnya, maka beliau bersabda, ‘Obatilah dia dengan Kitab Allah.” (HR Ibnu Hibban)

Demikian luasnya keberkahan Al-Quran bagi kehidupan manusia. Manusia yang sedang ditimpa penyakit, obat penawarnya adalah Al Quran, baik untuk penyakit fisik maupun psikis. Ketika seseorang merasakan penyakit psikis seperti sedih, khawatir, bimbang kemudian dia membaca Al Quran maka hatinya akan tenang. Apalagi dengan memahami makna kandungannya, semakin dia merasa tenang bahagia, karena ketentuan dari Allah I pasti memberikan kepastian rasa bahagia.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, Al Quran sebagai penolong. Al Quran menjadi syafaat atau penolong di hari kiamat untuk para pembacanya.

اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ » رواه مسلم

Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim);

Bacaan Al Quran memberi manfaat kehidupan di dunia dan akhirat. Seseorang yang senantiasa membaca Al Quran, maka di hari kiamat kelak, akan mendapatkan manfaat atau pertolongan dengan sebab bacaannya.

Dari beberapa dalil di atas kita tahu bahwa Al Quran, memiliki fungsi yang sangat banyak. Pada dasarnya semua segi kehidupan manusia, jika semua disandarkan pada Al Quran, maka sesuai dengan janji Allah I, pasti akan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Sudah menjadi fitrah, bahwa manusia mencintai sesuatu, yang memberi manfaat pada dirinya. Demikianlah Al Quran juga pasti dicintai oleh orang yang mendambakan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan ciri orang yang mencintai Al Qur’an adalah senang membacanya, senang mentadaburinya, dan senang mengamalkan isinya. Wallahu a’lam bishawab

Oleh: Ustadz Samsumuin Harahap. S.Pd

Naskah Lengkap bisa di download disini

Silakan gabung Group WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *